Jumat, 10 Agustus 2018

Meningkatkan Kapasitas Masyarakat Adat Mengelola Damar di Rinding Allo, Rongkong


Bersama dengan Bapak Engkos (Ahli Damar) dan A. Baso Muhtar (KPH Rongkong) Memberikan Materi Pelatihan Kepada Kelompok Tani Damar di Kampung Salurante, Desa Rinding Allo, Kec. Rongkong, Luwu Utara, 28/9/2017 atas dukungan dari Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI). Dari pelatihan ini, terdapat masalah dan hambatan yang sedang dihadapi petani damar di Rinding Allo antara lain:
  1. Peralatan panen yang terbatas dan hanya menggunakan peralatan seadanya dengan menggunakan parang. Akibatnya pohon damar belum secara maksimal dikelola sesuai dengan perlakuan pohon damar yang lestari.
  2. Model pembuatan lubang getah sejak jaman Kolonial Belanda dilakukan dengan sistim tebas atau melukai pohon seadanya. 
  3. Membuat lobang persegi 
  4. Budidaya pohon damar yang sulit dikembangkan oleh anggota kelompok tani damar. 
  5. Masalah jaringan pasar. Selama ini hanya mengandalkan pembeli lokal. Akibatnya tidak ada peningkatan harga yang bisa meningkatkan pendapatan petani. Sementara petani diperhadapkan pada tingkat kesulitan dalam pemanenan damar baik aksesibiltas ke hutan maupun masalah iklim yang selalu tidak mendukung.
  6. Sortir getah damar yang sudah dipanen
  7. Belum optimalnya peran pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani baik teknologi, kelembagaan, permodalan hingga pemasaran.




Tidak ada komentar: