Kamis, 17 November 2016

Titian Kehidupan Orang Seko di Hono'

Setiap saya pulang kampung, salah satu kegiatan yang saya rindukan adalah melintasi titian atau kami di Seko dikenal dengan "Mukati" alias melewati titian alias "Kati".

Bagi yang tidak terbiasa pasti akan mengalami kesulitan. Begitu menatap kedepan sudah terbayang bahwa bentangan titian ini berkisar 100 meter. Waooo...lumayan panjang bila dibandingkan dengan titian-titian yang sudah saya lalui didaerah-daerah lain.

Tapi jangan takut...semua orang di kampung saya mulai dari anak-anak, ibu-ibu, apalagi bapak-bapak...melewati titian itu adalah pekerjaan sehari-hari. Tidak peduli pagi, siang bahkan malam haripun pasti bisa. Mulai yang membawa memikul kayu bakar, menggendong bayi/anak-anak, gabah hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

Saat saya masih sekolah dibangku SD apabila titian ini putus biasanya harus menggunakan alternatif lainnya untuk bisa menyeberang yaitu dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu atau kalau terpaksa karena tidak ada pilihan lain dengan berenang dengan gaya dada dan satu tangan diangkat tinggi-tinggi karena memegang bagu-celana dan buku sekolah.

Ayoooo....yang penasaran silahkan ke Seko...pasti bisa menikmatinya.