Jumat, 25 September 2015

Seren Taun di Kasepuhan Citorek, Lebak-Banten

Tepatnya tanggal 20 September 2015 sekitar pukul 14.00 WIB saya punya kesempatan menemani Pak Abdon Nababan (Sekjen AMAN) bersama Abdi Akbar (Staf Urusan Politik PB AMAN) dan tentunya dengan Andi, seorang driver yang sangat handal dan telah berptualang menjelajahi daerah Kasepuhan di Banten Kidul. Tujuan kunjungan ini adalah selain untuk menghadiri Seren Taun juga untuk mengikuti konsolidasi pengawalan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat di Banten Kidul, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Setibanya di Kasepuhan Citorek saya langsung merasakan keindahan alam pegunungan yang sangat menakjubkan. Yaaaa........disamping karena sebagai orang yang lahir dan besar didaerah pegunungan tentunya bisa menghirup udara yang segar dan sesekali merasakan aroma padi sawah. Dan yang paling menggembirakan karena bisa melihat kerbau, hewan kesayangan.

Selama di Kasepuhan Citorek, saya punya kesempatan juga menyaksikan Ibu-Ibu yang memasak nasi yang masih mempertahankan budaya leluhur dengan menggunakan tungku dan peralatan tradisional. Mendapatkan banyak pengalaman bagaimana Masyarakat Adat di Citorek mengelola harta leluhurnya mulai dari proses pengolahan sawah, ladang, hutan, beternak kerbau, kolam air tawar hingga urusan seni, budaya dan peranan lembaga adat dalam mengurus komunitasnya. Seren Taun memang sangat luar biasa dan bagi Masyarakat Adat Citorek, melalui Seren Taun lah bisa membangun hubungan kekerabatan yang tangguh termasuk bagaimana membangun hubungan dengan leluhur, nenek moyang, orang tua, sanak family yang sudah meninggal yang diaktualisasikan melalui ritual mulai dari doa hingga melakukan ziarah langsung makam. Melalui Seren Taun inilah semua keluarga/turunan Kasepuhan Citorek yang dirantau harus kembali ke kampung leluhur. Ada hal yang paling berkesan selain yang sudah saya tuliskan diatas. Untuk memilih seorang Kepala Desa, Kasepuhan Citorek sudah memulai dengan proses yang bersinergi dengan proses pengambilan keputusan melalui MUSYAWARAH ADAT atau yang dikenal dengan istilah RIUNGAN.

Kunjungan di Kasepuhan Citorek ini kami akhiri sekitar pukul 13.30 WIB tanggal 21 September 2015 dan melanjutkan perjalanan ke Bogor. Saya dkk juga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, setibanya di Cipanas langsung mampir mandi air panas alam. Perjalanan inipun kami akhiri dengan Makan Coto Makasar di Restoran yang dikelola oleh seorang kawan di Laladon, Bogor.


1 komentar:

Tatang Johari mengatakan...

Alhamdulillah... smg Alloh memberkahi setiap langkah pelestarian alam juga budaya adatnya. Sehat selalu! Sejahtera utk Kang Mahir.