Selasa, 27 Januari 2015

Belajar Hidup Berkecukupan dari Masyarakat Adat Sedulur Sikap

Bersama Keluarga Pak Salim di Sumber Balong, Blora
Tepatnya tanggal 23 Januari 2015 saya ditemani oleh Ibu Gunarti, Mas Gunarto dan Mas Wartoyo mengunjungi beberapa kampung dimana warga adat Sedulur Sikap dengan patuh pada prinsip dan nilai-nilai yang sudah menjadi warisan leluhur mereka. Kunjungan ini mulai di Sumber Balong tepatnya di Kabupaten Blora dimana Bapak Salim bersama keluarganya dan beberapa keluarga lainnya yang masih mempertahankan adat-istiadat Sedulur Sikap. Selama di Rumah Pak Salim, saya banyak mendapatkan pengetahuan yang baru mengenai kehidupan Masyarakat Adat Sedulur Sikep. Mulai dari urusan pertanian, hubungan antara manusia dengan semanya, hubungan dengan alam semesta, hubungan sang pencipta hingga kearifan lokal yang masih dipertahankan.

Dari diskusi di Rumah Pak Salim ini sampai sempat bertanya dalam hati kecil saya bahwa "sangat luar biasa, dalam era yang serba modern dan maju ini, Masyarakat Adat Sedulur Sikap masih bisa bertahan dengan beberapa prinsip hidup yang umumnya sudah sulit saya temukan di komunitas lainnya"............. diantaranya yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa Masyarakat Adat Sedulur Sikap tidak boleh mengikuti salah satu agama diluar ajaran Sedulur Sikep, tidak boleh menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah formal, tidak boleh menggunakan celana panjang......

Kunjungan selanjutnya kami lanjukan ke Kemantren dan Tanduran, masih di Kabupaten Blora. Di kampung ini saya berdiskusi dengan Pak Tejo dan Sariman. Apa yang saya dengarkan di Kampung Sumber Balong ternyata juga masih sama. Disini mereka masih tetap patuh pada ajaran leluhur. Hidup sebagai petani adalah bagian dari ajaran leluhur yang harus diteruskan. Namun yang menjadi tantangan kemudian adalah, lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Masyarakat Adat Sedulur Sikap. Apalagi ketiga kampung dimana terdapat warga adat Sedulur Sikap sudah mendapatkan ancaman baru yaitu semburan minyak akibat pengeboran minyak bumi di Blok Cepu.

Tidak ada komentar: