Senin, 26 Januari 2015

Akses Jalan Raya Ke Seko Membutuhkan Perhatian

Gambar ini saya ambil tgl 26 Des 2014
pas dilokasi Mabusa
Pada tanggal 26 Desember 2014 saya berkesempatan untuk berkunjung ke Seko, tanah leluhur saya. Selain untuk melepas rindu sama ke dua orang tuaku yang tercinta bersama sanak-saudara, kunjungan yang saya lakukan selama satu pekan ini adalah untuk berdiskusi dengan keluarga seputar masalah dan tantangan yang sedang dihadapi.

Ternyata dari apa yang saya rasakan disaat kunjungan saya pada bulan Agustus 2014 yang lalu tidak banyak perubahan yang saya rasakan dengan kunjungan di akhir tahun 2014 ini. Dengan situasi ini, saya kemudian sering bertanya dalam hati kecil saya dan kepada orang-orang terdekat bahwa apa yang salah dengan situasi yang dialami oleh keluarga saya di Seko selama ini? Bukankah kami adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI? Kalau dilihat dari aspek administrasi pemerintahan ya......sudah pasti bahwa Seko adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan NKRI yang sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945, 69 tahun yang silam. Tetapi kalau saya melihat dan menyaksikan kondisi layanan dasar yang diterima oleh rakyat di Seko yang sudah berpenduduk sekitar 14 ribuh jiwa (data tahun 2013) utamanya layanan transportasi, pendidikan dan kesehatan yaaa......masih jauh dari apa yang saya saksikan di wilayah-wilayah perkotaan dan desa-desa lain yang sudah saya jelajahi selama ini.

Dengan situasi ini, tentunya sebagai orang yang terus gelisah dengan penderitaan yang dialami oleh semua keluarga di Tanah Leluhur saya, sangat berharap melalui tulisan yang ringkas ini sebagai ungkapan keprihatinan terhadap penderitaan yang dihadapi oleh masyarakat adat di Seko bisa menggugah para pembaca utamanya yang memiliki akses untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan di Seko kedepan.

Tidak ada komentar: