Selasa, 02 Desember 2014

Sambut Mentari Pagi di Teluk Dore-Makbon, Sorong

Tanggal 30 Nopember 2014, saya bersama Bang Abdon Nababan (Sekjen AMAN), Rainny Situmorang, Nura Batara (seorang teman anak adat dari Tana Toraja) dan teman-teman dari Sorong antara lain Kostan Mangablo (Ketua AMAN Sorong Raya) dan Fence Kalami (Ketua AMAN Sorong/Malamoi) dan kawan-kawan lainnya yang tidak sempat saya sebutkan satu persatu mendapatkan kesempatan untuk menyambut Mentari Pagi di Teluk Dore, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong-Papua Barat. Star awal kami lakukan dari Hotel Meridien Kota Sorong seitar pukul 05.00 WIT dengan menempuh perjalanan sekitar 80 Km. Tepat pukul 06.30 WIT kami tiba di Kampung Kuadas dengan tidak mau kehilangan momentum langsung berebutan untuk ngambil gambar. Tidak ketinggalan saya ikut semangat dan minta ke Paul (driver) yang mengantar kami untuk memotret diatas pohon yang sudah tumbang diatas pantai. Walaupun sebelumnya di Jembatan Warsamsum saya dan kawan-kawna sudah mengabadikan pemandangan indah dan mempesona perpaduan antara sungai dan hutan tropis yang sangat mengagumkan.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Malaumkarta dan setelah ngobrol sejenek dengan warga ditemani satu ceret kopi hitam asli Papua dan berkesempatan untuk belajar membuat NOKEN dari Mama-Mama serta cerita-cerita tentang kehidupan Orang Malaumkarta. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIT kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Um atau yang juga terkenal dengan sebutan Pulau Kelelawar dengan menggunakan perahu kayu. Disebut Pulau Kelelawar karena ada ribuan kelelawar yang tinggal disana dan bergantungan di pepohonan. Sehingga bunyi kelelawar ini mendominasi bunyi-bunyian yang didengar oleh para pengunjung yang sempat ke Pulau Um.

Selama di Pulau Um, saya dan kawan-kawan memanfaatkan momentum ini dengan beberapa aktivitas mulai dari mandi sambil menyelam menyaksikan karag, beragam ikan laut yang hidup disekitar pulau Um ini dan saya juga menyempatkan untuk berjalan kaki sesekali menyempulung di air laut yang jernih mengelilingi Pulau Um. Tidak hanya itu, saya juga menyempatkan diri untuk berlompat dari atas perahu ke laut kemudian main pasir dan mengamati kehidupan kelelawar yang asyik bergantungan di pohon.

Saat jarum jam sudah menunjuk angka 11.30 siang, kami sudah bergegas kembali ke Sorong agar tidak ketinggalan pesawat yang akan kami tumpangi ke Jakarta pada pukul 16.05 WIT. Rasanya masih ingin meninkmati keindahan alam ini tapi apa daya waktu yang membatasi............semoga saja dilain kesempatan bisa kembali.......Oh indahnya negeriku.........

Tidak ada komentar: