Senin, 24 November 2014

1 Jam Berdiskusi dengan Bp. AA. Gede Ngurah Puspayoga

Hari ini, 24 Nopember 2014 saya dan kawan-kawan dari AMAN (Arifin ‘Monang’ Saeh, Agung Fajar, Rina Agustine, Hariyanto dan Wandi) berkesempatan untuk berdiskusi dengan Bapak AA. Gede Ngurah Puspayoga yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM di Kabinet Kerja, oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kami disambut dengan sangat sederhana layaknya seperti sahabat lama yang baru ketemu. Melalui kesempatan ini, saya dan teman-teman dari Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PB AMAN) menyampaikan perkembangan Gerakan Masyarakat Adat Nusantara termasuk Perluasan Partisipasi Politik Masyarakat Adat saat Pilpres 2014 dimana AMAN dengan tegas mengambil posisi mendukung secara resmi Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indoensia 2014-2019. Dan mengingatkan kembali ke Pak Menteri Koperasi dan UKM bahwa komitmen untuk memajukan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat termasuk didalamnya adalah perlunya pemberdayaan masyarakat adat dilakukan sehingga bisa memiliki kemandirian secara ekonomi.

Saya dan kawan-kawan dari PB AMAN juga menyampaikan bahwa masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi untuk mengelola lingkungan alam dan budaya secara berkelanjutan. Ini bisa dibuktikan dengan produk-produk kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat adat di seluruh pelosok Nusantara muali dari handycraft, tenun dan produk-produk lainnya yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sehingga bisa memberi nilai tambah sebagai pendapatan ekonomi masyarakat adat. Tidak hanya itu, dari beberapa studi yang dilakukan, menyatakan bahwa masyarakat adat, telah terbukti mampu mengelola sumber daya hutan, termasuk dalam praktek kegiatan ekonomi lestari,  dengan menjaga hutan secara berkelanjutan, hal ini menjadi tolak ukur untuk menjalankan bisnis usaha yang baik.

Secara kelembagaan, Koperasi merupakan lembaga ekonomi yang pas dengan masyarakat adat saat ini. Koperasi sangat bersinergi dengan model kepemilikan secara kolektif atas wilayah, tanah dan sumber daya alam lainnya termasuk hak-hak atas seni, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat adat. Dengan demikian, yang diperlukan oleh AMAN saat ini adalah adanya sinergitas antara prakarsa yang dilakukan oleh masyarakat adat dengan agenda-agenda pembangunan dibidang perkoperasian dan usaha kecil-menengah bagaimana memastikan adanya peningkatan kapasitas yang dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat adat sehingga kedepannya memiliki kemampuan untuk menjalankan koperasi sebagai lembaga yang bisa memayungi usaha-usaha produktif di masyarakat adat sesuai potensi sumber daya alam yang mereka miliki. Demikian halnya dengan akses untuk permodalan bagi peningkatan usaha-usaha masyarakat adat yang mandiri.

Sebagai respon AMAN terhadap pentingnnya kemandirian ekonomi masyarakat adat kedepan, AMAN sedang menyiapkan sebuah lembaga ekonomi dengan mendirikan Koperasi Produsen AMAN Mandiri yang nantinya diharapkan untuk menjadi lokomotif kemandirian ekonomi Masyarakat Adat yang mampu melayani anggotanya dan menjawab kebutuhan komunitas adat Nusantara, sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kesepakatan pengelolaan bersama atas kebutuhan pengelolaan yang berkelanjutan, sebagai model  implementasi jalan baru kemandirian ekonomi Indonesia, dari ekonomi berbasis sumberdaya alam hayati menuju ekonomi kreatif berbasis budaya Masyarakat Adat Nusantara. Koperasi Produsen AMAN Mandiri saat ini menjadi rumah bagi produk-produk yang di hasilkan oleh masyarakat adat seperti kain tenun khas masyarakat adat, kerajinan tangan, ayaman dari bahan rotan dan bambu, komoditi hasil hutan bukan kayu seperti madu dan masih banyak produk-produk unggulan lainnya. Produk-produk ini di kelola oleh Gerai Nusantara yang merukapan salah satu Unit Usaha Koperasi Produsen AMAN Mandiri.


Untuk mewujudkan mandiri secara ekonomi dari visi misi dan program aksi  Presiden Joko Widodo terhadap pemenuhan hak-hak masyarakat adat, kedepannya dalam jangka waktu 3 tahun, Koperasi Produsen AMAN Mandiri akan mempercepat terbentuknya Badan Usaha Milik Masyarakat Adat  (BUMMA) yang berbadan hukum koperasi, untuk mampu menjadi lembaga ekonomi  yang baik (good cooperative governance) di komunitas masyarakat adat.

Tidak ada komentar: