Kamis, 02 Oktober 2014

Pulang Kampung 2014

Memanfaatkan liburan hari raya Idul Fitri 2014, saya bersama keluarga masing-masing Rante Mustafa (Sang Istri Tercinta) bersama ke dua putri kami tersayang Nabila Putri Azzahra dan Tamelai Tri Ramadhani memulai perjalanan dari Bogor pada tanggal 19 Juli 2014. Kami berangkat dari Bogor sekitar pukul 20.45 WIB dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 22.50 WIB dengan menggunakan taxi Bluebird. Kami tidak mau berlama-lama dan langsung chek ini di Terminal 1B dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air. Tepat pukul 00.50 pesawatnya sudah take of dari Bandara Internaional Soekarno-Hatta dan Alhamdulillah bisa mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar pada pukul 03.55 WITA dipagi hari tanggal 20 Juli 2014. Setelah mengambil bagasi kemudian kami keluar di pintu kedatangan dan langsung mencari restoran untuk makan sahur. Setelah sahur selesai kemudian kami menuju Hotel Transit Makassar untuk beristirahat sejenak.

Tepat pukul 12.45 waktu Makassar, kami sudah dijemput oleh Pak Ismail yang akan menemani kami selama perjalanan dari Makassar ke Masamba melalui Kota Bone dengan tujuan mengunjungi keluarga. Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan, saat perjalanan menuju Bone sesampai di lokasi wisata air terjun Maros Nabia dan Amel minta untuk menikmati indahnya air terjun. Kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh kami sekeluarga dan Nabila sama Amel yang tidak tahan lagi melihat air yang jernih dan mengalir deras...langsung nyemplung. Sekitar jam 15 sore baru melanjutkan perjalanan ke Bone. Singkat cerita, di Bone kami bermalam dan mengagendakan setelah makan sahur langsung melanjutkan perjalanan ke Masamba.

Tanggal 21 Juli 2014 sekitar pukul 11.20 kami naik pesawat Aviastar dari Bandara Masamba ke Seko yang memakan waktu sekitar 25 menit dan bisa menikmati ragam pemandangan mulai dari pesisir, swah, sungai, pemukiman, hutan, padang savanna hingga kerbau yang asyik makan rumput. Alhamdulillah saat mendarat di Bandara Seko tepatnya di Kampung Eno langsung ambil gaya disamping pesawat Aviastar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat membahagiakan ini karena bisa menghantarkan untuk berkunjung ke Tana Leluhur.

Selama 15 hari saya bersama Sang Istri tercinta Rante Mustafa dan kedua putriku tersayang Nabila Putri Azzahra dan Tamelai Tri Ramadhani tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan berusaha untuk sedapat mungkin bisa menikmati kehidupan yang pernah saya rasakan dimasa-masa kecil. Beberapa kegiatan yang saya rindukan semasa kecil adalah naik rakit atau dalam bahasa Seko Padang disebut dengan muraki’  yaitu salah satu alat transportasi tradisional yang fungsi utamanya juga dipakai untuk mengangkut bahan bangunan dan bahan-bahan pangan lainnya. Selama di Seko saya bersama keluarga menyempatkan diri untuk menangkap ikan di kolam dengan menggunakan alat tradisional yang dikenal dengan sango’, memetik coklat dikebun hinggga memberi makan garam kerbau di padang.

Salah satu kegiatan yang paling saya rindukan yang saya alamai dimasa-masa kecil adalah menghangatkan badan dipagi hari sambil menunggu sang mentari terbit dengan menggunakan api baik dihalaman rumah maupun didapur. Kegiatan ini dikenal dengan mamminnu selain menghangatkan badan biasanya juga dilengkapi dengan bakar pisang, ubi, jagung dan tentunya dengan meneguk kopi hitam sambil bercerita tentang kehidupan dan biasanya momentum mamminnu ini dimanfaatkan juga untuk mendiskusikan rencana-rencana dan kegiatan yang akan dilakukan. 

Tidak ada komentar: