Selasa, 07 Oktober 2014

MASYARAKAT ADAT MINTA KE JOKOWI-JK BUBARKAN KEMENHUT

KEMENTERIAN KEHUTANAN adalah salah satu Kementerian yang paling banyak masalah dan berkonflik dengan Masyarakat Adat sejak NKRI ini terbentuk. Dalam perjalanannya, sejak tahun 1999 Masyarakat Adat melalui Kongres Masyarakat Adat Nusantara Pertama (KMAN I) sudah secara tegas meminta ke Pemerintah untuk segera merevisi kebijakan yang terkait dengan kehutnanan. Namun sangat disayangkan eksistensi hutan adat yang diatur melalui UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dinilai memberikan pengakuan terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat masih setengah hati.

Kondisi tersebut diatas, oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara bersama Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu, Lebak – Banten dan Masyarakat Adat Kuntu, Kampar – Riau menempuh perjuangan untuk mendapatkan sebuah keadilan hukum dengan mengajukan permohonan peninjauan ulang terhadap UU No. 41/1999 melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Perjuangan ini cukup berhasil walaupun semua perubahan pasal-pasal yang dimohonkan oleh masyarakat adat dalam UU No. 41/1999 tersebut hanya sebagian yang dikabulkan seperti yang dituangkan melalui keputusan MK No. 35/PUU-X/2012.


Akan tetapi dalam implementasinya, Masyarakat Adat yang tersebar diseluruh pelosok Republik Indonesia ini menilai bahwa KEMENTERIAN KEHUTANAN gagal mengimplementasikan amanat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 35/PUU-X/2012 dan Menjalankan Amanat Presiden (AMPRES) 2012 sebagai Koordinator Tim Pemerintah untuk Pembahasan RUU Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Hukum Adat (RUUPPHMHA) bersama Pansus yang sudah dibentuk oleh DPR RI. Hingga masa tugas anggota DPR RI Periode 2009-2014 berakhir RUUPPHMHA ini gagal di undangkan karena salah satu penyebab utamanya adalah Kementerian Kehutanan yang jadi Ketua Tim Pemerintah tidak serius............. baca juga di http://www.aman.or.id/2014/10/06/siaran-presskelambanan-kemenhut-penyebab-gagalnya-pengesahan-ruupphma/ 

Sudah saatnya kita meminta ke Pemerintah Jokowi-JK untuk Bubabarkan #KEMENHUT

Tidak ada komentar: