Selasa, 17 September 2013

Pencanangan Rehabilitasi Hutan Adat Muara Tae

Masyarakat adat Muara Tae dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan melaksanakan Pencanangan Rehabilitasi Hutan Adat Muara Tae pada Kamis, 19 September 2013. Pencanangan ini terkait dengan Putusan Mahkamah Konstitusi No 35-PUU-X/2012 atas uji materi UU No. 41/1999 tentang Kehutanan yang menegakkan bahwa hutan adat bukan lagi hutan negara.

“Putusan Mahkamah Konstitusi atas uji materi Undang-Undang Kehutanan ini adalah pegangan legal bagi Masyarakat Adat untuk melakukan gerakan rehabilitasi wilayah adat masing-masing yang telah mengalami penghancuran,” kata Sekretaris-Jenderal AMAN Abdon Nababan di Jakarta, Rabu (18/9).

Komunitas Dayak Benuaq di Kampung Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Barattelah bertahun-tahun memperjuangkan wilayah adatnya yang kini tercantum sebagai wilayah konsesi. Pada 1971, Masyarakat Adat Muara Tae berkonflik dengan perusahaan kayu PT Sumber Mas, pada 1995 dengan perkebunan kelapa sawit PT London Sumatra, pada 1996 dengan pertambangan batu bara PT Gunung Bayan Pratama, pada 2010 dengan perkebunan kelapa sawit PT Munte Waniq Jaya Perkasa, dan pada 2011 dengan perkebunan kelapa sawit PT Borneo Surya Mining Jaya.

Rehabilitasi wilayah adat adalah kelanjutan pemetaan partisipatif wilayah adat. Dari pemetaan partisipatif yang telah diselesaikan di sana, Masyarakat Adat Muara Tae memiliki wilayah adat seluas 11.471,85 hektare.

“Pencanangan rehabilitasi wilayah adat Muara Tae ini diharapkan menyemangati seluruh Masyarakat Adat di Nusantara untuk merehabilitasi wilayah adat mereka masing-masing. Bila menunggu inisiatif pemerintah, kita tidak pernah tahu kapan wilayah-wilayah adat ini akan direhabilitasi,” tambah Abdon.

AMAN memperkirakan, ada 21,8 juta hektare hutan di wilayah adat yang harus direhabilitasi. Data ini dihitung dengan memasukkan seluruh parameter fungsi kawasan hutan, yaitu hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi. 

Contact Person:
Mona Sihombing, 085217352162

Media Relations Staff - AMAN

Tidak ada komentar: