Senin, 01 Oktober 2012

UMAT KAHARINGAN TUNTUT KEADILAN



Hari ini bertepatan dengan Hari Senin Tangal 1 Oktober 2012  lebih dari 3.000 Masyarakat Adat yang masi menganut dan mempertahankan Agama Kaharingan yang ada di Kalimantan Selatan akan melakukan aksi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan pernyataan sikap  yang diterima oleh Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PB AMAN) melalui Facimili pada tanggal 28 September 2012, bahwa aksi ini menuntut kepada pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai berikut :

  1. Kami umat Kaharingan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk membuat sebuah PERDA tentang Agama Kaharingan sehingga Agama Kaharingan menjadi agama yang di akui sebagai AGAMA di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
  2. Kami Menuntut pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk memberikan kebebasan kepada Umat Kaharingan  dalam melaksanakan acara-acara ritual keagaman berdasarkan keyakinan  Umatnya sejak zaman Nabi Adam dimuka bumi ini.
  3. Kami menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah agar mencantumkan Agama Kaharingan sebagai identitas AGAMA resmi di KTP dan surat Administrasi pemerintahan lainnya.
  4. Kami menuntut agar pejabat pemerintahan yang diangkat oleh Perintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berasal dari Umat Kaharingan di sumpah menurut tata cara Agama Kaharingan .
  5. Kami menuntut pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah agar menghapus diskriminasi dan marginalisasi terhadap umat Kaharingan di segala bidang khususnya  di bidang keagaman dan pendidikan.