Selasa, 21 Desember 2010

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA Nomor 300 Tahun 2004

KEPUTUSAN BUPATI LUWU UTARA
Nomor 300 Tahun 2004

TENTANG
PENGAKUAN KEBERADAAN MASYARAKAT ADAT SEKO
DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI LUWU UTARA

Menimbang : a. Bahwa masayarakat Adat Istiadat dan Budaya meupakan Pilar utama kerjasama dalam menyelenggarakan Roda Pemerintahan yang yang harus tumbuh dan berkembang sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945;
b. Bahwa di tanah Seko terdapat Adat Istiadat dan Lembaga Adat yang memiliki kearifan tumbuh dan berkembang secara turun temurun dan diakui oleh masyarakat Seko;
c. Bahwa maksud huruf (a) dan (b) tersebut diatas, maka perlu ditetapkan dengan Keputusan Bupati Luwu Utara.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Luwu Utara (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3826);
2. Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 Tentang Hak Azasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165; Tambahan Lembaran Negara nomor 3886).
3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);
4. Keputusan Menteri Agraria dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1999 tentang tentang Pedoman Penyelesaian Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat;
5. Peraturan Daerah kabupaten Luwu Utara Nomor 53 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara Sebagai Daerah Otonomi (Lebaran Daerah Tahun 2004 Nomor 82);
6. Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Utara Nomor 12 Tahun 2004 tentang Pemberdayaan, Pelestarian, Pengembangan Adat Istiadat dan Lembaga Adat (Lembaran Daerah Tahun 2004 Nomor 19).
Memperhatikan : Hasil Rapat Pembahasan Draft Keputusan Bupati Luwu Utara tentang Pengakuan Keberadaan Masyarakat Adat Seko tanggal 2 Desember 2004.

Senin, 20 Desember 2010

Surat keberatan atas tayangan “Primitive Runaway” Trans TV

Jakarta, 15 Desember 2010

Nomor : 118 /PB AMAN/XII/2010
Perihal : Surat keberatan atas tayangan “Primitive Runaway” Trans TV

Kepada Yth.
PT. TELEVISI TRANSFORMASI INDONESIA
Jl. Kapten P. Tendean Kav 12-14 A
Jakarta 12790
Telp. 62-21-79177000
Fax. 62-21-79187721
E-mail : public.relations@transtv.co.id

Dengan hormat,

Kami dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), melalui surat ini, menyampaikan KEBERATAN atas tayangan “Primitive Runaway” yang disiarkan di Trans TV setiap Jumat Pk. 19.15.

Jumat, 27 Agustus 2010

Relawan Australia Diskusikan Masyarakat Adat di Indonesia

sumber; http://aradinsyarif.blogspot.com/2010/08/relawan-australia-diskusikan-masyarakat.html
Kamis, 26 Agustus 2010
Relawan Australia Diskusikan Masyarakat Adat di Indonesia

Jakarta-26 Agustus 2010, Australian Volunteer International (AVI) mengadakan diskusi tentang kondisi masyarakat adat di Indonesia. Diskusi terbatas ini diadakan di kantor AVI, Jl. Bendungan Asahan II, Benhil, Jakarta Pusat. Tujuannya untuk membekali relawan baru dengan pengetahuan tentang situasi politik di "tempat baru" mereka.

Selasa, 24 Agustus 2010

Sambutan Sekjen AMAN Pada Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Se Dunia 2010

Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia 9 Agustus
“Menjaga dan Mengembangkan Titipan Leluhur Menuju Bangsa yang Berdaulat, Mandiri dan Bermartabat”

Sambutan Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
Jakarta, 9 Agustus 2010

Tahun 1994, 16 tahun lalu, Sidang Umum PBB menetapkan bahwa tanggal 9 Agustus setiap tahun merupakan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia. Tahun 2007, 3 tahun lalu, tepatnya tanggal 13 September, kembali Sidang Umum PBB menorehkan tonggak sejarah penting dengan pengesahan Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat. Dua kejadian penting ini merupakan hasil perjuangan pantang menyerah dari Masyarakat Adat dan para pendukungnya, baik mereka yang mendampingi kasus-kasus di tingkat lokal dan mereka yang bekerja merubah kebijakan di tingkat nasional, maupun mereka yang menggalang solidaritas di tingkat global. Tujuannya hanya satu: meraih pengakuan atas keberadaan identitas budaya yang khas, yang berbeda satu sama lain, dengan hak-hak kolektif yang melekat di dalamnya. Kemenangan bersejarah itulah yang kita rayakan hari ini.

Masyarakat Adat Battang Jadi Korban UU No. 41/1999

Kota Palopo dengan Luas wilayah 247,52 km2 atau 5,20 % dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak pada koordinat 02˚ 30’ 45” - 03˚ 37’ 30” LS dan 119˚ 41’ 15” - 121˚ 43’ 11” BT. Kelurahan Battang Barat merupakan, daerah pemekaran dari Keluarahan Battang yang terletak di sebelah barat Kota Palopo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanah Toraja.

Sabtu, 31 Juli 2010

Pulang Kampung 2010

Pada 18 Juni 2010 saya mendapatkan kesempatan pulang kampung. Dalam perjalanan ini saya mencoba membawa sebuah misi untuk melakukan konsolidasi gerakan masyarakat adat nusantara yang selama ini di dorong oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk daerah Seko, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Saya cukup merasakan kebahagiaan karena perjalanan ini sudah sejak lama saya inginkan. Selain untuk melepas rindu dengan keluarga, yang paling saya prioritaskan adalah ingin berkontribusi penuh dalam memperkuat masyarakat adat di Seko dengan ikut memfasilitasi terbentuknya Pengurus Daerah (PD) AMAN Seko. Dalam perjalanan ini saya di temani oleh 2 (dua) orang Kawan saya masing-masing Bata Manurun yang sekarang ini adalah sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) AMAN Tana Luwu, Sulawesi Selatan dan A. Tendri Adji yang paling akrab di sapa dengan nama "Cimenk". Hasilnya cukup menggembirakan karena sudah terbentuk Pengurus Daerah AMAN Seko yang difinitif yang akan mengurus anggota AMAN di Seko yang jumlahnya sebanyak 9 komunitas masyarakat adat.

AMAN Desak Pemerintah Dukung Hak Masyarakat Adat di PBB

Monday, August 13, 2007
Budaya: AMAN Desak Pemerintah Dukung Hak Masyarakat Adat di PBB
[JAKARTA] Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mendesak pemerintah untuk mendukung, dan menandatangani Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak-Hak Masyarakat Adat pada Sidang Umum PBB bulan September 2007.