Kamis, 05 November 2009

Gendu Rasa Kabupaten Lombok Utara

Karang Bajo, Bayan-Lombok Utara, 18/09/2009. Masyarakat Adat memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap penyelamatan bumi dari ancaman pemanasan global. Kontribusi nyata dari masyarakat adat tersebut sudah dilakukan melalui praktek-praktek pengelolaan sumber daya alam secara lestari atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan kearifan lokal yang sudah berlangsung secara turun-temurun.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu kesimpulan yang diambil pada acara Gendu Rasa (identik dengan nama seminar workshop) untuk pendalaman nilai-nilai kearifan budaya local dalam implementasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim bagi masyarakat adat Lombok Utara, yang berlangsung di depan rumah adat Dusun Karang Bajo Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara-NTB yang berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2009.

Selain acara Gendu Rasa yang sangat berpeluang untuk dikembangkan kedepan dalam menjaring asirasi masyarakat adat dalam memperkuat partisipasinya dalam pembanguan kedepan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan upacara adat “Asuh Perusa Mangku Perumbaq Daya” yaitu sebuah proses upacara adat yang sangat sakral yang diperuntukkan untuk mengganti pemangku adat yang bertugas mengatur dan menjaga Pawang (hutan adat) di Bangket Bayan.

“Asuh Perusa Mangku Perumbaq Daya” bagi saya sangat penting untuk dipertahankan kedepan sebagai upaya untuk keluar dari solusi atas krisis kepemimpinan bangsa dan pembangunan yang berkeadilan dimasa mendatang.

2 komentar:

Moes Jum mengatakan...

hebat nih .. udah jalan2 ke Lombok demi masyarakat adat

Anonim mengatakan...

terima kasih Pak Moes...semoga sukses juga dg aktivitasnya ya?