Selasa, 20 Januari 2009

Palopo Mencanangkan Kemah Bakti Menanam 30.000 Pohon

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 18-19 Januari 2009 adalah merupakan salah satu bentuk keprihatinan terhadap banjir bandang yang melanda Kota Palopo, Sulawesi Selatan yang terjadi pada hari Selasa, 4 Nopember 2008 malam dan telah menewaskan dua anak. Sejumlah 12 rumah di Kawasan Wisata Alam Latuppa hanyut terbawa arus luapan Sungai Latuppa dan 300 rumah lainnya roboh serta rusak berat diterjang banjir dan mengakibatkan sekitar 940 orang mengungsi.

Proses kegiatan ini dilakukan melalui beberapa agenda utama yaitu; Pembukaan Hari Bakti menanam 30.000 pohon pada Hulu Sungai Latuppa oleh Walikota Palopo Drs. H.P.A. Tenriadjeng, M.S.i yang diakhiri dengan penyerahan bibit kepada para pihak yang terlibat. Sebelumnya pembukaan secara resmi, kegiatan juga diisi dengan sambutan dan sharing pengalaman dari Perkumpulan Bumi Sawerigading (PBS) dalam mendorong gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Bumi Sawerigading. Juga Mahir Takaka (Wakil Sekretaris Jendral AMAN) yang juga adalah merupakan salah satu Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan juga turut berbagi pengalaman bagaimana kearifan lokal yang secara turun temurun telah dimiliki oleh masyarakat adat sangat berkontribusi dalam mempertahankan dan menyelamatkan lingkungan hidup. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolik oleh Walikota Palopo didampingi oleh para pihak yang turut hadir dalan mengambil bagian dalam kegiatan kema bakti ini.

Hal yang paling menarik dari rangkaian kegiatan ini adalah kegiatan dirangkaikan dengan dialog publik dengan para Partai Politik bersama dengan Calon Legislatif yang dihadiri oleh 3 partai politik (GERINRA, PAN, PDK) dan 1 orang Calon DPD asal pemilihan Sulawesi Selatan (Mahir Takaka). Dalam dialog ini direkomendasikan beberapa hal yang terkait dengan gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Kota Palopo melalui Kontrak Politik dengan Para Partai Politik dan Calon DPD. Hal ini dilakukan sebagai sebuah solusi atas minimnya proses legislasi yang kuat terhadap isu-isu lingkungan hidup.

Satu kebanggaan tersendiri sisela-sela kegiatan ini yang saya rasakan adalah ketika saya memperkenalkan diri kepada Bapak Drs. H.P.A. Tenriadjeng, M.S.i yang saat ini sebagai Wali Kota Palopo bahwa saya adalah salah satu Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Wilayah Pemilihan Sulawesi Selatan pada Pemilu 2009 yang langsung disambut hangat dan berfoto bersama disalah satu lokasi kegiatan kemah bakti penanaman pohon.

Sebagai aktivis Masyarakat Adat dan Lingkungan Hidup, saya menyampaikan komitmen dihadapan Bapak Walikota Palopo dan seluruh peserta yang hadir untuk mendorong perbaikan-perbaikan lingkungan hidup di masa mendatang termasuk isu-isu yang berhubungan dengan masalah rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Termasuk komitmen mendorong penyedaran para pihak terkait untuk mendukung gerakan penyelamatan lingkungan hidup dengan mengedepankan pengakuan hak-hak rakyat dimasa mendatang.

1 komentar:

Moes Jum mengatakan...

Selamat kawan ... Palopo ternyata juga sudah mulai "menuju" kesadaran pengelolaan lingkungan yang baik. "Menuju" karena ini baru satu langkah awal ... baru gerakan menanam. Akan lebih baik jika ini juga diikuti oleh upaya pemeliharaan tanaman, perbaikan tata ruang, serta penegakan hukum di tingkat kabupaten.

Semoga kawasan DAS Palopo bisa menjadi baik, sehingga banjir pun bisa dihindari. Semoga pengelolaan wilayah tsb bisa melibatkan masyarakat secara penuh!!