Rabu, 30 Desember 2009

Pulau Haruku Yang Menyimpan 1001 Keajaiban

Tanggal 12-15 Desember 2009 saya mendapatkan sebuah kesempatan untuk melakukan misi organisasi yaitu "Konsolidasi Gerakan Masyarakat Adat Nusantara" di Pulau Haruku-Maluku. Saya menggunakan jasa penerbangan pesawat udara berangkat dari Jakarta pukul 01.30 WIB menuju ke Ambon. Jam 06.45 pagi waktu Ambon saya mendarat di Bandara Patimura dan disambut oleh Tokoh Adat dari Negeri Haruku Bapak Ely Kissya. Dengan perasaan bangga dan langsung berangkat ke Tulehu (dermaga penyebarangan ke Pulau Haruku) menggunakan Spead Boad selama 20 menit sudah sampai pas di Negeri Haruku-Pulau Haruku.

Kamis, 05 November 2009

Gendu Rasa Kabupaten Lombok Utara

Karang Bajo, Bayan-Lombok Utara, 18/09/2009. Masyarakat Adat memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap penyelamatan bumi dari ancaman pemanasan global. Kontribusi nyata dari masyarakat adat tersebut sudah dilakukan melalui praktek-praktek pengelolaan sumber daya alam secara lestari atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan kearifan lokal yang sudah berlangsung secara turun-temurun.

Kamis, 14 Mei 2009

5 Alasan AMAN Meminta Penghentian Pembahasan RPP Tentang Hutan Adat

Pada saat ini Departemen Kehutanan dan Sekretariat Negara sedang membuat Peraturan Pemerintah tentang Hutan Adat, yang merupakan mandat dari UU No. 41/1999 tentang Kehutanan. Sehubungan dengan itu, kami Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang merupakan persekutuan dari komunitas-komunitas Masyarakat Adat yang beranggotakan 776 komunitas yang tersebar diseluruh nusantara, ingin menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono untuk memerintahkan kepada Departemen Kehutanan untuk menghentikan Pembahasan RPP Hutan Adat ini. Adapun alasan Penghentian Pembahasaan Rancangan Peraturan Pemerintah Hutan Adat (RPP Hutan Adat) tersebut tertuang dan tersusun sebagai berikut :

Sabtu, 09 Mei 2009

Terima Kasih atas Dukungan Bapak/Ibu/Sahabat

Bapak, Ibu, Sahabat-Sahabat Semuanya.

Penghitungan surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk wilayah pemilihan Provinsi Sulawesi Selatan sudah selesai dilakukan oleh KPU Provinsi Sulawesi Selatan. Walaupun Saya belum terpilih, saya sangat bersyukur dengan tetap pada prinsip "Bahwa Saya kalah secara angka tapi menang dalam proses dengan mendorong pendidikan politik yang bermartabat". Apa yang saya praktekkan selama proses pemenuhan persayaratan untuk lolos sebagai Daftar Calon Tetap (DPT) hingga menjalani proses kampanye adalah untuk menjawab harapan-harapan rakyat dengan membangun "Blok Politik Rakyat menuju Masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia yang Berdaulat Secara Politik, Mandiri Secara Ekonomi dan Bermartabat Secara Budaya".

Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya terhadap seluruh bentuk dukungan yang Bapak, Ibu, Sahabat-Sahabat Semuanya telah berikan mulai persiapan untuk lolos menjadi Calon DPD RI hingga proses kampanye. Saya tidak mampu membalas dari seluruh dukungannya kecuali dengan do'a semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi berkah atas semua dukungannya demi untuk membangun negeri yang kita cintai ini.

Akhirnya Saya bersama TIM MT21 meminta maaf apabila selama menjalani pencalekan ada hal-hal yang kurang berkenan dan sebagai manusia biasa yang tidak bisa luput dari rasa khilaf. Semoga proses ini tetap kita rawat dan perkuat demi membangun
"BLOK POLITIK RAKYAT" menuju pembangunan yang berkeadilan dimasa mendatang.

Selasa, 20 Januari 2009

Palopo Mencanangkan Kemah Bakti Menanam 30.000 Pohon

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 18-19 Januari 2009 adalah merupakan salah satu bentuk keprihatinan terhadap banjir bandang yang melanda Kota Palopo, Sulawesi Selatan yang terjadi pada hari Selasa, 4 Nopember 2008 malam dan telah menewaskan dua anak. Sejumlah 12 rumah di Kawasan Wisata Alam Latuppa hanyut terbawa arus luapan Sungai Latuppa dan 300 rumah lainnya roboh serta rusak berat diterjang banjir dan mengakibatkan sekitar 940 orang mengungsi.

Kamis, 08 Januari 2009

Mahir Takaka adalah Sosok Ideal

Ishak Ngeljaratan

Budayawan Sulawesi Selatan

Intelektual muda muslim, Mahir Takaka adalah sosok ideal yang selama ini sudah malang melintang berjuang bersama kekuatan sosial yang dimiliki oleh kelompok masyarakat akar rumput di Sulawesi Selatan bahkan di tingkat Nasional. Pengalaman dan komitmennya bukan sebatas menyadarkan mereka akan hak dan kewajibannya, melainkan juga untuk bekerja keras dan tekun secara mandiri demi dapat mengubah hidupnya menjadi semakin sejahterah, maju, berwawasan lingkungan dan menghargai perbedaan serta taat dan menjunjung tinggi hukum.

Dia juga cendekiawan Indonesia yang sosialisasi dirinya melampaui sekat-sekat suku dan ras, agama, keberagaman budaya, status sosial dan hal-hal yang berpotensi menimbulkan disharmoni di antara kelompok masyarakat yang plural. Untuk itu saya secara sadar menyatakan dukungan dan memperjuangkan beliau sebagai anggota DPD Periode 2009 - 2014 mewakili Provinsi Sulawesi Selatan.