Selasa, 12 Agustus 2008

Mereka yang Teriris Izin HPH

Mereka yang Teriris Izin HPH
Bayar mengikut klik Menjana pendapatan yang hebat

Kisah Perjuangan masyarakat adat Kayaan mempertahankan haknya dari Kesewenangan Penguasa

KUMIS dan jenggotnya jarang-jarang, memutih. Tapi Rambutnya hitam pekat, mungkin disemir. Sorot matanya keras dan berani walau kerutan mulai menoreh wajahnya yang menua.Meski cuma orang kampung, kini genap sudah 12 hari ia meninggalkan Tanjung Kuda, Kapuas Hulu (KH), kampung halamannya. KH adalah kabupaten paling Timur di ujung Kalbar. Jaraknya sekitar 700 Km dari ibu kota Propinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Adat Kayaan Mendalam, dia sudah melanglang-lang buana hingga Jakarta, ibukota Republik Indonesia.Kami berjabat tangan. Siang itu ia nongol di sekretariat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, Jalan Imam Bonjol untuk wawancara bersama sejumlah wartawan.

Di hadapan kami sudah terhidang, bakwan, ubi, tempe dan goreng pisang. Ohya, ada juga seonggok jeruk manis dan berbotol-botol air mineral.Masyarakat adat tak pernah mundur,” ujarnya agak emosi. Tangannya mengepal.

Hari itu ia mengenakan kaos kerah belang-belang putih, hitam dan merah. Di pergelangan tangan kirinya melingkar jam tangan, entah apa merknya.Tak nampak bekas rajah (tato) di kulitnya. Padahal masyarakat Kayaan, seperti juga halnya Dayak Iban sangat gemar menghias badannya dengan tato.

Meski demikian dia tetaplah pewaris keberanian Lawe, tokoh legenda masyarakat Kayaan.Nama lelaki itu Bunyamin Satar, Temenggung Kayaan Mendalam. Berkali-kali ia diintimidasi dan diancam, agar menghentikan perlawanan terhadap PT TBS. Tapi nyalinya tak pernah ciut. Bahkan 10 Juli lalu, ia dan beberapa perwakilan masyarakat Mendalam, Basah, Haang, Rosa Ahun naik ke lantai 4 gedung Mangala Wana Bhakti, Jakarta untuk bertemu Menteri Kehutanan MS Ka’ban.Mereka didampingi Sujarni Alloy Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalbar, Pendampingan Hukum AMAN Nasional, Sulistiono dan Deputi AMAN Nasional Mahir Takaka, Kepala Sekretariat Partai Buruh, Radjimah Novaria. Ada juga Asisten II Pemerintahan KH, Sungkalang, Kepala Dinas Kehutanan KH, Jantau, Aswardi dari pendamping Jantau, Humas Pemkab KH, Eddy.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Terima kasih untuk blog yang menarik