Senin, 11 Agustus 2008

Harapan Baru Untuk Rakyat Sulawesi Selatan (Calon DPD - RI Pemilu 2009-2014)

Mahir Takaka, pria kelahiran Seko pada 6 Agustus 1971 adalah bapak seorang puteri yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan masyarakat, khususnya masyarakat adat yang terpinggirkan oleh pembangunan. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mewakili propinsi Sulawesi Selatan, Mahir Takaka bertekad untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, yang bermartabat secara budaya, mandiri secara ekonomi dan berdaulat secara politik.

Ia memiliki pengalaman berorganisasi dan bekerja seperti menjadi Sekretaris Pelaksana Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Sulawesi Selatan-AMAN SUL-SEL (2003 – 2007), Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Bumi Sawerigading (2007 – 2011), Komisaris Utama PT Bumi Aman Lestari, Koordinator Program Yayasan Bumi Sawerigading Palopo (1998-2003), Badan Pengawas Koperasi Telapak (2006-2007), Koordinator Region Sulawesi Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan – KpSHK (2002 - 2005), Tim Fasilitator Resolusi Konflik di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (2004-2006), Tim Kerja Pembuatan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Utara tentang Pengakuan Masyarakat Adat Seko (2001 – 2004), Tim Fasilitator Pembuatan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Walenrang dan Lamasi (2005-2006).

Di tingkat Internasional, ia pernah mengikuti beberapa pelatihan seperti, Training Negosiasi Aproach Integrated River Basin Management (NA-IRBM), Pune - India (Desember 2005), Training International Advocacy and Capacity Building for Indigenous Peoples, Bali-Indonesia (September 2004), dan Training Programme on International Human Rights Standards and Policy Process for Indiginous Peoples, Buguio City – Filipina (Nopember 2001), serta turut berpartisipasi pada United Nations Framework on Convention Climate Change (UNFCCC), Bali – Indonesia (Desember 2007) dan United Nations PREPCOM IV FOR WSSD, Bali-Indonesia (Juni 2002).
Berbekal semua pengalaman yang di dapat di tingkat daerah, propinsi, nasional dan internasional, Mahir Takaka yakin mampu membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat adat, kaum perempuan, petani, nelayan, dan masyarakat perkotaan di Indonesia, khususnya di propinsi Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik.

Tidak ada komentar: